Parak Iwak Membawa Berkah Bagi Pengrajin Batik Gumelem

BANJARNEGARA – Meski Pesta Parak Iwak yang menjadi inti kegiatan Festival Serayu Banjarnegara Tahun 2013 sudah empat bulan berlalu, namun Parak Iwak rupanya sampai sekarang masih membawa berkah bagi pengrajin batik Gumelem. Hal ini menjadi surprise tersendiri bagi mantan Ketua Pelaksana Festival Serayu Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M.Si., Sabtu (11/01), saat melakukan kunjungan ke pengrajin Batik Gumelem Mirah.


Di tempat tersebut, Wabup dikenalkan pada salah satu produk kain batik Mirah yang sejak penyelenggaraan pesta Parak Iwak merupakan produk yang paling banyak dipesan oleh pembeli. Namanya pun tidak jauh berbeda dari peristiwa yang menginspirasi lahirnya merek dagang tersebut yaitu Batik Parak Iwak.

“Semula nama motif Batik ini adalah Batik Iwak Pete. Namun, menjelang motif ini akan dipasarkan, Pemkab Banjarnegara punya kegiatan besar Festival Serayu yang gaungnya kemana-mana. Dan sangat kebetulan sekali, kegiatan utama festival Serayu yaitu parak Iwak pas dengan motif batik baru kami, maka mengambil kesempatan emas ini nama Batik Iwak Pete segera kami ganti namanya menjadi Batik Parak Iwak” kata Mirah mengisahkan sejarah nama Batik Parak Iwak.

Seiring dengan suksesnya kegiatan Pesta Parak Iwak yang menurut Koran dihadiri oleh 150 ribu orang, sambungnya, batik Parak Iwak juga tak kalah sukses dalam penjualannya.  Sepanjang empat bulan ini, lanjutnya, Batik Parak Iwak menjadi produk pesanan yang paling laris dipesan pembeli. Mereka datang bukan saja dari lingkungan Kabupaten Banjarnegara, sambungnya, namun datang dari kota-kota lainnya.

“Produk Batik Parak Iwak kami pasarkan dalam bentuk setengah printing dengan harga jual Rp 90 ribu per kainnya. Namun bila ada yang memesan khusus batik tulis, kami juga menyediakannya. Tentu dengan harga berbeda karena memang waktu pengerjaannya juga jauh lebih lama dan lebih rumit” katanya.

Menurut Mirah, sampai akhir pekan minggu pertama di bulan Januari 2014 ini, dirinya sudah menjual kain batik motif Parak Iwak lebih dari 400 potong.

“Itu belum termasuk 100 potong pesanan dari Banyumas yang harus kami selesaikan akhir minggu ini” imbuhnya.

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., ikut senang dengan apa yang dialami Mirah dan usaha kerajinanya. Dirinya mengakui cukup suprises dan senang mendengar informasi dari Mirah bahwa motif Parak Iwak menjadi kain batik terlaris. Ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan festival serayu, lanjutnya, ternyata mampu membawa pengaruh cukup signifikan pada kegiatan ekonomi masyarakat, tidak hanya saat event terlaksana, bahkan setelah sekian waktu lamanya dari kegiatan event itu sendiri.

“Setelah sekian lama dari kegiatan Festival Serayu, ternyata Pesta Parak Iwak masih mampu mengangkat nilai jual produk kerajinan batik Gumelem. Menurut saya, ini tidak lepas dari kuatnya brand pesta Parak Iwak itu sendiri” katanya.

Khusus pada pengrajin batik Gumelem, lanjutnya, dirinya berharap untuk senantiasa mempertahankan mutu produk. Jangan sampai karena tuntutan pasar, lanjutnya, produk dibuat asal-asalan. Sebab yang rugi nantinya tidak saja si pengrajin, namun citra batik Gumelem secara keseluruhan.

“Para pengrajin Batik harus mampu mempertahankan apa yang menjadi cirri khas Batik Gumelem sebab ini yang akan membedakan dari batik-batik di luar Banjarnegara. Ini juga yang akan membuat Batik Gumelem laku di pasaran” katanya.

Selain itu, lanjutnya, diantara para pengrajin batik ada hal yang harus disepakati, baik yang di Panerusan wetan, Panerusan kulon, Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon, ataupun di bagian lain di Banjarnegara perlunya menyepakati bahwa Batik Banjarnegara adalah Batik Gumelem. Dimanapun produksinya, sambungnya, namanya tetap Batik Gumelem.

“Kenapa Gumelem, sebab nama ini lebih dulu terkenal dan lebih menjual. Nama Ini peting untuk mempermudah pembentukan branding sehingga kerajinan Batik Banjarnegara mudah dikenal di pasaran” katanya.  (**--eko br)

sumber: Provinsi Jateng

 

Fast Respon

Telepon/SMS/WA: 081333102020
BBM: 7A15EEAC

Cek resi pengiriman

Translate